BERITA UTAMA

Satgas Dana Desa Terima 10 Ribu Laporan dari Masyarakat

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Tim Satgas Dana Desa telah menerim...

Desa harus inovatif dan kreatif



Terbitnya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa akan mampu mewujudkan  kehidupan desa yang otonom dalam  mengelola pemerintahan dan kemasyarakatannya.
 
Berlakunya regulasi tentang desa , ungkap Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabipaten Bekasi, R. Yana Suyatna, S.Ip, M.Si. membuka harapan bagi masyarakat desa untuk berubah serta mendorong lahirnya desa dengan tata kelola yang lebih akuntabel dan transparan, masyarakat desa yang partisipatif, dan perekonomian desa yang menghidupi.
 
Di sisi lain, meningkatnya kapasitas finansial desa melalui, Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), ujar  Yana sejatinya desa bisa lebih berinovasi, dengan misalnya mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang tujuannya tentu saja untuk meningkatkan perekonomian desa.
 
Dengan kucuran anggaran yang cukup besar kepada desa, baik melalui APBD Kabupaten, APBD Provinsi, maupun APBN, desa juga bisa meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di desa. Jika desa telah memiliki  sumber daya manusia yang mumpuni niscaya desa akan lebih cepat berkembang.
 
Yana meyakini, dengan banyaknya sumber daya manusia, sumber daya alam desa bisa dikelola sendiri oleh Bumdes.
 
Jika desa ingin  maju,  Yana meminta  kepala desa  punya ide-ide kreatif untuk mengangkat potensi yang ada di desa. Salah satu upayanya melalui pengembangan BUMDes ini.
 
Pengembangan BUMDes, Yana berujar,  dapat menjadi tonggak APBDes dan agen pembangunan di desa. Untuk menjadikan BUMDes seperti yang diharapkan dibutuhkan keiklasan dan inovasi dari para kepala desa sehingga mampu menggerakan potensi yang ada di desa lebih berkembang untuk kesejahteraan masyarakat.
·          
 
MANFAATKAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI
 
Sementara itu,  Yana yang pernah dinobatkan sebagai camat terbaik tingkat nasional ini, dengan telah memiliki anggaran yang cukup besar, desa bisa memenuhi dan meningkatkan infrastruktur perdesaan, khususnya yang secara langsung berpengaruh terhadap perkembangan perekonomian Desa.
 
Di sisi lain, papar mantan Camat Cibitung ini, kemajuan teknologi dan informasi, juga seharusnya mendorong para kepala desa untuk melakukan inovasi. Salah satunya misalnya dengan membentuk Pos Layanan Teknologi (Posyantek). Inovasi pada bidang teknologi tentunya akan mampu menggerakan perekonomian desa yang pastinya akan membawa banyak manfaat bagi masyarakat desa.
 
Posyantek hendaknya  tidak hanya sebagai sumber informasi dan promosi yang terkait dengan teknologi tepat guna.
“Melainkan juga diarahkan untuk mampu menjembatani masyarakat pengguna teknologi dengan sumber TTG  itu sendiri,” ujar Yana.
Dengan  inovasi teknologi yang telah dikembangkan, papar Yana lebih lanjut, desa dapat mengembangkan ekonomi produktif yang bermanfaat bagi desa,
 “Jadi, desa harus inovatif di tengah kemajuan informasi dan teknologi. Selain itu,  masyarakat desa harus mampu memanfaatkan teknologi untuk mewujudkan pengembangan desa yang tepat sasaran,” ujar lelaki yang juga pengurus cabang olahraga Tarung Derajat atau AA Boxer ini.
.
Suatu usaha yang tidak dilandasi upaya kreatif dan inovatif biasanya tidak dapat berkembang abadi. Lingkungan yang begitu dinamis menuntut kreativitas untuk selalu adaptif dan mencari terobosan terbaru
 
Bentuk kretatifitas dan inovasi lainnya dari kepala desa, urai Yana, adalah pengelolaan Teknologi Tepat Guna (TTG). Apalagi jika TTG diimplementasikan dengan kearifan lokal, karena TTG merupakan salah satu cara atau pendekatan yang ampuh dalam upaya mendorong percepatan mewujudkan kemandirian masyarakat desa.
Pengelolaan TTG yang optimal dan berkesinambungan, diyakininya, mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi di pedesaan.
 
Sekretaris DPMD Kabupaten Bekasi ini  menambahkan, TTG tidaklah selalu harus alat atau mesin, melainkan juga dapat berupa teknologi proses atau produk yang dapat menghasilkan nilai tambah dari aspek ekonomi dan aspek lingkungan.
 
Dikatakannya, Dana Desa dapat digunakan untuk membiayai kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi tepat guna untuk kemajuan ekonomi.
 
Kepala desa diharapkan Yana,  dapat memanfaatkan kegiatan TTG untuk membantu menyosialisasikan atau memfasilitasi masyarakat akan pentingnya penerapan teknologi tepat guna dalam pengelolaan potensi sumberdaya alam yang cukup melimpah di desa. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengoptimalkan keberadaan Posyantek.
 
Namun begitu, para pengelola Posyantek diharapkan Yana  tidak hanya sebagai sumber informasi dan promosi yang terkait dengan teknologi tepat guna, melainkan juga diarahkan untuk mampu menjembatani masyarakat pengguna teknologi dengan sumber TTG itu sendiri.
 
 
komitmen pelayanan prima kepada masyarakat semakin ditingkatkan dengan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pada sektor pelayanan publik. Apalagi memasuki era globalisasi, penerapan teknologi informasi menjadi suatu keharusan, termasuk dalam bidang pemerintahan.
 
Aplikasi TIK dalam pelayanan publik ini diharapkan dapat mewujudkan pelayanan yang transparan dan akuntable disamping mampu meningkatkan kualitas dalam hal efisiensi dan efektifitas.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Desa harus inovatif dan kreatif"

Posting Komentar